Menentukan spesifikasi keluaran Voltase (V) dan Arus DC (Ampere) pada Trafo Rectifier elektroplating merupakan langkah awal yang krusial. Penentuan kapasitas yang terlalu kecil menyebabkan proses pelapisan lambat dan cacat, sedangkan kapasitas berlebihan akan meningkatkan biaya investasi awal pabrik.
Rumus Dasar Menghitung Arus DC (Ampere)
Arus total DC ($I$) yang dibutuhkan oleh bak pelapisan dihitung berdasarkan Luas Total Permukaan Benda Kerja ($A$) dalam desimeter persegi ($dm^2$) dikalikan dengan Rapatan Arus Spesifik ($J$) dalam $A/dm^2$:
- Rumus: Arus DC (Ampere) = Luas Permukaan Benda (dm²) × Rapatan Arus (A/dm²)
- Contoh Hard Chrome: Luas permukaan 100 dm² dengan rapatan arus 40 A/dm² membutuhkan keluaran DC minimal 4.000 Ampere.
- Contoh Nickel/Copper Plating: Luas permukaan 50 dm² dengan rapatan arus 5 A/dm² membutuhkan keluaran DC 250 Ampere.
Faktor Penentuan Voltase DC (Volt)
Voltase DC yang dibutuhkan rectifier ditentukan oleh hambatan listrik total rangkaian, yang meliputi drop tegangan pada busbar tembaga, konsentrasi elektrolit larutan kimia, dan jarak antara anoda dengan katoda.
Catatan Ringkas Rekayasa: Rekomendasi Rekayasa MT Elektrik: Selalu tambahkan margin keandalan sebesar 15-20% pada perhitungan Arus DC puncak untuk mengantisipasi peningkatan kapasitas produksi harian.